Buka - Tutup
Advertisement
Buka - Tutup
Depan arrow Berita arrow Peresmian GOR dan Stadion UNY oleh Presiden SBY

Peresmian GOR dan Stadion UNY oleh Presiden SBY
Wednesday, 20 February 2008

ImageYogyakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Selasa (22/1) pagi meresmikan Gedung Olahraga (GOR) dan Stadion Atletik -Sepakbola Universitas Negeri Yogyakarta, di Jl.Colombo, Yogyakarta. Pembangunan GOR berkapasitas 6.000 penonton ini menelan biaya sebesar Rp. 100 milyar, sedangkan stadion atletik dan sepakbola menelan Rp. 15 milyar.

Dalam laporannya, Rektor UNY Prof. Soegeng Mardiyono menjelaskan, GOR ini dibangun selama 10 tahun dengan standar internasional, terdiri dari 3 lantai, dengan luas bangunan 7.880 M2. Memiliki 7 jenis lapangan pertandingan, dan bisa menampung 6000 penonton, sedang luas lahan parkir 20 ribu M2, kata Rektor Soegeng Mardiyono.

 

Presiden SBY dalam sambutannya antara lain menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berperan dan membantu pembangunan GOR ini. "Saya berharap fasilitas ini digunakan dengan sebaik-baiknya. Fasilitas yang telah dibangun dengan kerja yang amat keras ini, peliharalah dengan baik agar jangka waktu pemakaiannya semakin panjang. Tentu saja fasilitas olahraga yang cukup besar dan megah ini tidak hanya diperuntukkan para mahasiswa dan segenap civitas akademika di Universitas Negeri Yogyakarta maupun kalangan perguruan tinggi yang lain, tapi juga dapat digunakan oleh masyarakat Yogyakarta secara keseluruhan," lanjutnya. Jalin persahabatan yang baik, tingkatkan terus prestasi dengan sekali lagi memanfaatkan sebaik-baiknya keberadaan fasilitas olahraga ini, kata Presiden.

Tahun 2005 lalu, kata SBY, negara dalam hal ini pemerintah dan DPR RI, telah menghasilkan sebuah undang-undang yang akhirnya ditetapkan sebagai Undang-undang No 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan. "Tahun lalu pemerintah juga telah mengeluarkan tiga Peraturan Pemerintah untuk menjabarkan dan menindaklanjuti undang-undang yang telah kita terbitkan itu. Yang pertama adalah PP No.16/Tahun 2007. PP berikutnya adalah Tentang Penyelenggaraaan Keolahragaan, No 17/2007 tentang Penyelenggaraan Pekan dan Kejuaraan Olahraga. Saya ingin pekan dan kejuaraan olahraga terus kita lakukan sepanjang masa untuk betul-betul meningkatkan kejayaan Indonesia di waktu yang akan datang," kata Presiden.

Sedangkan PP yang ketiga No.18 Tahun 2007, menyangkut pendanaan olahraga. "Ini sangat penting. Oleh karena itulah mesti kita atur pihak-pihak mana yang ikut bertanggung jawab dan berkontribusi dalam pendanaan keolahragaan, yaitu pemerintah, baik pusat dan daerah, masyarakat luas dan pihak-pihak yang lain. Marilah Undang-Undang dan ketiga Peraturan Pemerintah itu kita pedomani dan kita jalankan dengan baik. Saya berharap pemerintah pusat yang saya pimpin, dan pemerintah daerah, serta masyarakat, semuanya ikut berperan dan bertanggung jawab untuk mengembangkan keolahragaan di negeri kita, termasuk pembangunan prasarana olahraga, " kata Presiden.

"Kita semua mengetahui tujuan yang besar dan manfaat yang tidak kecil dari olahraga. Kita ingin bangsa kita sehat jasmani dan rohani. Kita ingin kita semua memiliki sportivitas dan jiwa ksatria. Kita ingin mengukuhkan persatuan dan jiwa besar. Kita pun ingin membentuk disiplin dan ketangguhan mental dan tentu ingin meningkatkan prestasi bidang olahraga," kata Presiden.

Usai memberi sambutan, dengan menekan tombol sirene, Presiden didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Rektor UNY Prof. Soegeng Mardiyono, meresmikan penggunaan GOR Stadion Atletik dan Sepak Bola UNY. Usai peresmian dan menyaksikan pertunjukan kesenian yang ditampilkan oleh para mahasiswa UNY, Presiden SBY dan Ibu Ani menanam pohon sawo kecik atau manilkara kauki di halaman GOR UNY, dan kemudian meninjau stadion atletik dan sepak bola. Selesai santap siang, Presiden dan Ibu Ani beserta rombongan melanjutkan perjalanan menuju stasiun Kutoarjo.

Pada acara ini, hadir pula Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mendiknas Bambang Sudibyo, Meneg Pemuda dan OR Adhyaksa Dault, Seskab Sudi Silalahi, dan dua Jubir Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.(nnf)

 
< Sebelumnya
Advertisement